9 Pola Mutasi: Panduan Praktis untuk Generate Ide
Kreativitas bukan bakat, ini skill. 9 Pola Mutasi adalah toolkit sistematis untuk generate ide — dari fitur baru sampai marketing campaign.
Pernah ngerasa stuck? “Ide gue cuma itu-itu aja.” “Orang lain kok bisa kreatif, gue nggak.”
Kabar baiknya: kreativitas bukan bakat. Ini skill. Dan skill bisa dilatih dengan framework.
9 Pola Mutasi adalah toolkit yang bisa kamu pakai kapanpun butuh ide — buat fitur baru, marketing campaign, bahkan cara baru menyelesaikan masalah sehari-hari. Framework ini dikembangkan oleh Eisuke Tachikawa dari NOSIGNER, dan sudah dipraktekkan ke 400+ engineer di Sony.
Kenapa Cuma 9?
Kalau terlalu banyak, otak overwhelmed. Kalau terlalu sedikit, nggak cukup coverage. 9 itu sweet spot — cukup untuk di-ingat, cukup komprehensif untuk cover hampir semua jenis inovasi.
Anggap ini kayak periodic table di kimia. Dari sedikit elemen dasar, bisa muncul jutaan kombinasi.
9 Pola
| # | Pola | Satu Kalimat | Contoh Sehari-hari |
|---|---|---|---|
| 1 | Variate | Buat variasi dari yang sudah ada | Es kopi susu → es kopi susu gula aren → es kopi susu kelapa |
| 2 | Disappear | Hilangkan satu elemen | Restoran tanpa pelayan (self-order via QR) |
| 3 | Integrate | Gabungkan dua hal berbeda | Smartphone = telepon + kamera + komputer |
| 4 | Reverse | Balik prosesnya | Grab: bukan kamu yang cari taksi, taksi yang datang ke kamu |
| 5 | Separate | Pisahkan yang biasanya jadi satu | Netflix pisahin konten dari jadwal TV — tonton kapan aja |
| 6 | Substitute | Ganti dengan yang lain | Ojek konvensional → ojek online (ganti cara booking) |
| 7 | Assimilate | Anggap X adalah Y | ”Bagaimana kalau coffee shop = kantor?” → coworking space |
| 8 | Transit | Pindahkan ke state/medium lain | Buku fisik → audiobook (pindah medium dari baca ke dengar) |
| 9 | Proliferate | Perbanyak/gandakan | 1 toko → franchise 100 toko |
Mulai dari Sini: Assimilate
Dari 9 pola, Assimilate adalah yang paling gampang dipraktekkan dan paling sering menghasilkan ide breakthrough.
Caranya simpel:
“Anggap [produk/masalah kamu] adalah [sesuatu yang lain]”
Contoh dari Sony — mereka latih engineer dengan prompt:
“Anggap segalanya adalah headphone”
Hasilnya:
- Gelas = headphone? → Bone conduction glass yang bisa putar musik (sudah jadi produk nyata)
- Anting = headphone? → Earbuds yang terlihat kayak aksesoris fashion
- Bantal = headphone? → Sleep headphone yang nggak bikin sakit telinga
Kenapa ini works? Karena definisi yang kaku menghalangi ide baru. Kalau kamu pikir “gelas ya gelas”, kamu nggak akan pernah sampai ke ide bahwa gelas bisa jadi speaker.
Latihan Assimilate untuk App Kamu
Ambil app/produk yang mau kamu build. Lalu paksa:
"Bagaimana kalau app saya = vending machine?"
"Bagaimana kalau app saya = personal trainer?"
"Bagaimana kalau app saya = game?"
"Bagaimana kalau app saya = percakapan WhatsApp?"
Tulis minimal 5 analogi. Nggak semua harus bagus — yang penting otakmu mulai eksplorasi.
Cara Pakai 9 Pola untuk Generate Ide Fitur
Ambil app/produk kamu. Jawab pertanyaan ini satu per satu:
1. Variate
“Versi lain dari fitur utama saya apa?”
- Contoh: Landing page → bikin 3 versi berbeda, test mana yang convert
2. Disappear
“Kalau saya hilangkan elemen ini, apa yang terjadi?”
- Contoh: App tanpa login? App tanpa dashboard? App tanpa menu?
- Kadang menghilangkan sesuatu justru bikin produk lebih fokus
3. Integrate
“Dua hal yang biasanya terpisah — bisa digabung nggak?”
- Contoh: Chat + checkout jadi satu flow. Nggak perlu pindah halaman buat bayar.
4. Reverse
“Gimana kalau prosesnya dibalik?”
- Contoh: User yang set harga, bukan penjual. Atau app yang push info ke user, bukan user yang harus buka app.
5. Separate
“Apa yang bisa dipisah jadi produk/fitur sendiri?”
- Contoh: Pisahkan content creation dari content distribution. Masing-masing bisa jadi produk.
6. Substitute
“Apa yang bisa diganti cara/medianya?”
- Contoh: Form panjang → chatbot AI yang nanya satu per satu. Sama datanya, beda experience-nya.
7. Assimilate
“Bagaimana kalau ini sesuatu yang lain?”
- Contoh: “Bagaimana kalau onboarding = game tutorial?” → Gamifikasi first-time experience
8. Transit
“Bisa dipindahkan ke format/medium lain nggak?”
- Contoh: Report bulanan (PDF) → real-time dashboard. Atau sebaliknya: dashboard → weekly email summary.
9. Proliferate
“Kalau ini diperbanyak 10x, 100x — apa yang terjadi?”
- Contoh: 1 template → 50 template untuk 50 niche berbeda. 1 bahasa → 10 bahasa.
Contoh Nyata: Aplikasi ke Produk
Kasus: App Tracking Keuangan Freelancer
| Pola | Pertanyaan | Ide yang Muncul |
|---|---|---|
| Disappear | Kalau input manual dihilangkan? | Auto-sync dari mutasi rekening |
| Reverse | Kalau app yang kasih tahu, bukan user yang cek? | Push notification: “Bulan ini kamu rugi 2jt dari project X” |
| Substitute | Kalau bukan app, tapi chatbot? | Tanya via WhatsApp: “Berapa pemasukan minggu ini?” → Bot jawab |
| Assimilate | Kalau app ini = personal accountant? | AI yang kasih saran: “Project ini nggak worth, rate per jam kamu cuma 50K” |
| Integrate | Gabung tracking + invoicing? | Kirim invoice dari app yang sama, auto-record saat dibayar |
| Proliferate | Bukan cuma freelancer? | Template untuk UMKM, content creator, guru les privat |
Dari 1 app dan 6 pola, muncul 6 arah berbeda yang bisa kamu explore. Nggak semuanya harus di-build — tapi sekarang kamu punya pilihan, bukan stuck di 1 ide.
Tips Praktis
- Jangan filter terlalu cepat. Tulis semua ide dulu, evaluasi nanti. Otak kreatif dan otak evaluatif nggak bisa jalan bersamaan.
- Mulai dari Assimilate. Ini paling gampang dan paling sering menghasilkan ide yang unexpected.
- Nggak harus semua 9. Pilih 3-5 yang paling relevan buat situasi kamu.
- Paksa kuantitas. Target 10 ide per pola. Ide ke-7, ke-8, ke-9 biasanya yang paling menarik — karena yang obvious udah keluar duluan.
- Ini bukan satu kali pakai. Di bootcamp, kamu akan pakai framework ini berkali-kali: ideation, fitur AI, marketing campaign.
Latihan: Coba Sekarang
- Tulis app/produk yang mau kamu build (1 kalimat).
- Pilih 3 pola yang paling menarik buat kamu.
- Untuk setiap pola, generate minimal 3 ide.
- Tandai 1 ide yang paling bikin kamu excited — kenapa?
TL;DR
- Kreativitas = skill, bukan bakat. 9 Pola Mutasi = checklist sistematis.
- Mulai dari Assimilate: “anggap X adalah Y” — paling mudah dan paling powerful.
- Paksa kuantitas (10 ide per pola), filter belakangan.
- Pakai di bootcamp untuk: ideation (W1), fitur AI (W7), marketing (W10).
Bawa hasil latihan ini ke live session. Kita brainstorm bareng pakai 9 pola ke ide masing-masing.